Samarinda, 11 April 2025 – Laga panas akan tersaji di pekan lanjutan Liga 1 Indonesia 2024/2025 saat Borneo FC Samarinda menjamu Persib Bandung di Stadion Segiri. Pertandingan ini menjadi salah satu duel yang paling dinantikan, bukan hanya karena posisi kedua tim di papan atas, tapi juga karena pertarungan taktik antara dua pelatih dengan pendekatan berbeda: Joaquin Gomez dari Borneo FC dan Bojan Hodak dari Persib.
Joaquin Gomez, pelatih asal Spanyol yang musim ini membawa Borneo FC tampil konsisten, mengaku telah mempelajari dengan cermat gaya bermain Persib di bawah komando Hodak. Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Gomez bahkan secara terbuka membedah bagaimana Persib mengatur tempo permainan dan struktur pertahanan mereka.
“Persib adalah tim yang sangat terorganisir. Bojan (Hodak) memiliki pengalaman panjang di Asia Tenggara dan ia tahu bagaimana memaksimalkan kekuatan pemainnya. Mereka sangat kuat di transisi, terutama saat menyerang lewat sayap,” ujar Gomez.
Namun, Gomez menegaskan bahwa timnya tidak akan bermain bertahan. Ia justru mengusung misi untuk “mengejutkan Maung Bandung” dengan pendekatan menyerang dan memanfaatkan celah yang menurutnya masih bisa dieksplorasi dalam struktur Persib.
“Kami tahu kapan harus menekan dan kapan harus menunggu. Persib kadang terlalu percaya diri saat menguasai bola, dan itu bisa jadi titik lemah. Kami sudah siapkan cara untuk mengeksploitasi itu,” tambah pelatih berusia 38 tahun tersebut.
Analisis Taktik: Pertarungan Filosofi Bermain
Pertarungan ini juga menarik karena menampilkan dua filosofi bermain yang berbeda. Gomez dikenal sebagai pelatih yang mengandalkan penguasaan bola dan pressing tinggi. Di sisi lain, Bojan Hodak mengusung pendekatan yang lebih pragmatis: pertahanan solid, serangan cepat, dan efektivitas dalam penyelesaian akhir.
Persib Bandung musim ini menunjukkan lini pertahanan yang sangat kuat, terutama setelah kehadiran bek asing baru yang mampu menahan gempuran lawan dengan disiplin tinggi. Hodak juga kerap memainkan formasi 4-4-2 atau 4-2-3-1, dengan permainan direct yang memaksimalkan kecepatan pemain-pemain sayapnya.
Sementara Borneo FC cenderung lebih fleksibel. Mereka mampu beradaptasi dengan permainan lawan, tetapi selalu berusaha mengontrol pertandingan lewat distribusi bola dari lini tengah. Pemain seperti Stefano Lilipaly dan Kei Hirose menjadi kunci dalam mengatur ritme permainan Pesut Etam.
“Kami tak bisa biarkan Persib nyaman dengan bola-bola panjang mereka. Pressing harus dimulai dari lini depan,” tegas Gomez, menyiratkan bahwa lini pertahanan Persib tidak boleh dibiarkan membangun serangan dengan leluasa.
Duel Penting di Lini Tengah
Pertarungan lini tengah menjadi salah satu titik yang bakal menentukan hasil laga. Persib mengandalkan gelandang petarung seperti Dedi Kusnandar dan Marc Klok, yang dikenal tangguh dalam duel satu lawan satu. Sementara Borneo FC punya lini tengah yang lebih dinamis dan kreatif, dengan gelandang asing yang mampu bermain antar lini.
“Kontrol permainan akan sangat menentukan. Siapa yang menguasai lini tengah, kemungkinan besar akan memegang kendali pertandingan,” kata analis sepak bola lokal, Arif Rinaldi, dalam wawancaranya dengan media.
Faktor Kandang dan Dukungan Suporter
Bermain di Stadion Segiri, Borneo FC akan mendapat suntikan semangat dari pendukung fanatik mereka. Gomez menyadari bahwa atmosfer kandang bisa jadi keuntungan besar, apalagi Persib dikenal kadang kesulitan saat bermain di luar Bandung.
“Stadion penuh, suporter yang bergemuruh – itu menjadi dorongan mental besar bagi pemain kami. Tapi kami juga tetap fokus dan tidak terbawa euforia,” ujar Gomez.
Head-to-Head dan Statistik Terbaru
Dalam lima pertemuan terakhir, Persib sedikit unggul dengan dua kemenangan, dua kali imbang, dan satu kekalahan dari Borneo FC. Namun musim ini, Borneo FC tampil sebagai pemuncak klasemen sementara, sementara Persib masih berjuang untuk menembus tiga besar.
Dengan selisih poin yang mulai menipis di papan atas, laga ini akan menjadi krusial dalam perebutan gelar juara. Gomez pun memastikan bahwa timnya tidak ingin kehilangan momentum.
“Kami bukan hanya ingin menang, kami ingin menunjukkan bahwa kami layak menjadi kandidat juara,” pungkasnya.
Dengan duel taktik antara Joaquin Gomez dan Bojan Hodak, laga Borneo FC vs Persib diprediksi berlangsung sengit dan sarat strategi. Siapa yang akan unggul di atas lapangan? Apakah pressing tinggi ala Gomez berhasil mengganggu struktur solid Maung Bandung, atau justru Bojan Hodak kembali membuktikan bahwa strategi pragmatis lebih efektif?
Jawabannya akan segera terungkap di atas rumput hijau Stadion Segiri.











