Kenaikan Harga Rumah Melambat, Samarinda dan Denpasar Tunjukkan Tren Terendah

- Jurnalis

Rabu, 7 Mei 2025 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 7 Mei 2025 — Tren harga properti residensial di Indonesia menunjukkan pergerakan yang melambat pada awal 2025. Data terbaru Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa harga rumah naik tipis secara nasional, mencerminkan perlambatan di berbagai wilayah. Dua kota yang mencatatkan pertumbuhan harga paling rendah adalah Samarinda dan Denpasar.

Dalam laporan triwulan I-2025, Bank Indonesia mencatat indeks harga properti residensial (IHPR) mengalami pertumbuhan sebesar 1,4% (year-on-year), lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang berada di level 1,7%. Penurunan laju kenaikan ini menunjukkan bahwa pasar properti belum sepenuhnya pulih dari tekanan ekonomi dan dinamika suku bunga tinggi.

Samarinda dan Denpasar Tunjukkan Laju Terendah

Dari seluruh kota yang dipantau, Samarinda dan Denpasar mencatat laju kenaikan harga rumah paling rendah, masing-masing hanya sebesar 0,3% dan 0,4% secara tahunan. Angka ini jauh di bawah rata-rata nasional dan menjadi sinyal penting bagi pengembang maupun calon pembeli rumah di wilayah tersebut.

“Permintaan properti di Samarinda dan Denpasar masih tertahan. Faktor daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih dan kehati-hatian investor turut menekan laju pertumbuhan harga,” ujar analis properti dari Indonesia Property Watch, Denny Surya.

Di sisi lain, beberapa kota besar seperti Surabaya dan Makassar masih mencatat kenaikan moderat masing-masing 1,8% dan 1,6%, sementara Jakarta tetap stabil dengan pertumbuhan 1,5%.

Penyebab Harga Rumah Naik Tipis

Terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan harga rumah naik tipis secara nasional. Pertama, suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang masih tinggi membuat masyarakat cenderung menunda pembelian rumah. Meski Bank Indonesia telah menahan suku bunga acuan di angka 6,25%, suku bunga KPR masih berada di kisaran 9–10%.

Baca Juga :  Mulai Bulan Februari 2025, Balikpapan City Trans Akan Bertarif

Kedua, kondisi ekonomi global yang belum stabil turut memengaruhi sentimen konsumen. Ketidakpastian ekonomi dunia, terutama akibat konflik geopolitik dan tekanan inflasi, membuat masyarakat lebih selektif dalam mengalokasikan dana untuk pembelian properti.

“Pengembang juga lebih berhati-hati dalam menaikkan harga jual karena khawatir akan berdampak pada volume penjualan. Mereka memilih strategi bertahan sambil menunggu situasi ekonomi membaik,” tambah Denny.

Segmen Rumah Tapak Masih Dominan

Meskipun harga rumah naik tipis, segmen rumah tapak masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia. Dalam laporan BI, rumah tipe kecil (hingga 70 meter persegi) masih menjadi primadona dengan kontribusi penjualan mencapai lebih dari 60%.

“Minat masyarakat terhadap rumah tapak tetap tinggi karena fungsionalitasnya. Namun, keterbatasan lahan di kota besar menjadi tantangan tersendiri bagi pengembang untuk menjaga harga tetap kompetitif,” jelas Direktur Eksekutif Real Estat Indonesia (REI), Hari Nugroho.

Sementara itu, rumah tipe menengah dan besar mencatatkan pertumbuhan penjualan yang stagnan, sebagian besar karena daya beli masyarakat menengah ke atas yang cenderung konservatif di tengah ketidakpastian.

Baca Juga :  Inilah Produk Terlaris di Moerahnie Tahun Ini

Prospek ke Depan: Pemulihan Bertahap

Meski harga rumah naik tipis dan pertumbuhan masih melambat, para analis menilai prospek jangka menengah hingga panjang tetap positif. Beberapa kebijakan pemerintah seperti insentif pajak, relaksasi DP KPR, serta proyek infrastruktur nasional diyakini akan mendorong sektor properti pulih secara bertahap.

“Kami optimistis akan ada perbaikan dalam semester kedua tahun ini. Bila suku bunga mulai turun dan inflasi terkendali, permintaan rumah diperkirakan akan naik, mendorong harga ikut terkerek,” ujar Hari.

Pemerintah juga telah menargetkan program satu juta rumah tetap berlanjut pada 2025, dengan fokus pada penyediaan hunian terjangkau di daerah-daerah berkembang. Hal ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran di pasar properti.

Laju kenaikan harga rumah yang melambat pada awal tahun ini mencerminkan kehati-hatian pasar properti di tengah dinamika ekonomi. Samarinda dan Denpasar menjadi sorotan karena menunjukkan tren pertumbuhan paling rendah, sementara kota-kota besar lainnya mencatat pertumbuhan moderat. Dengan berbagai tantangan seperti suku bunga tinggi dan daya beli yang belum pulih sepenuhnya, pasar masih bergerak hati-hati.

Namun, prospek pemulihan tetap terbuka seiring perbaikan kondisi makroekonomi dan dorongan dari kebijakan pemerintah. Bagi konsumen dan investor, ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mempertimbangkan pembelian sebelum harga kembali naik lebih tajam.

Berita Terkait

Sinergi TNI–Pertamina Amankan Distribusi BBM, Antrean SPBU di Sumut Berangsur Normal
BREAKING NEWS! Satgas PKH: Proses Hukum Tak Hentikan Penyelamatan Aset Negara
Tingkatkan Produktivitas Kerja Bersama Mas Ghif Lewat Asisten Personal AI Multitasking
12-12-2025-888 casino online594985903517
best name for dog 30
Setelah Mantan Kadis Korupsi Lahan Transmigrasi, Apakah Bos Perusahaan Tambang ditahan?
Langkah Tegas Pemkot Samarinda Amankan Hak Lapak Pasar Pagi
Marbot Masjid Baiturrahman Samarinda Diberangkatkan Umrah Gratis
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:00 WIB

Sinergi TNI–Pertamina Amankan Distribusi BBM, Antrean SPBU di Sumut Berangsur Normal

Senin, 13 Juli 2026 - 17:50 WIB

BREAKING NEWS! Satgas PKH: Proses Hukum Tak Hentikan Penyelamatan Aset Negara

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:48 WIB

Tingkatkan Produktivitas Kerja Bersama Mas Ghif Lewat Asisten Personal AI Multitasking

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:13 WIB

12-12-2025-888 casino online594985903517

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:20 WIB

best name for dog 30

Berita Terbaru

Nv Casino Live Casino

The Impact of Technology on Nv Casino's Gambling in 2026

Kamis, 30 Jul 2026 - 17:10 WIB