Kades Muara Muntai Ilir Tegas Tolak Damai Usai Diserang

- Jurnalis

Jumat, 13 Juni 2025 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutai Kartanegara — Kepala Desa (Kades) Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, menegaskan sikapnya untuk tidak berdamai dengan pelaku penyerangan terhadap dirinya beberapa waktu lalu. Meski sudah ada upaya mediasi dari berbagai pihak, sang Kades menolak untuk mencabut laporan dan bersikukuh agar proses hukum tetap berjalan.

Insiden penyerangan terhadap Kades Muara Muntai Ilir sempat menghebohkan warga desa. Kejadian itu terjadi di depan aparat kepolisian saat pelaku yang diketahui adalah oknum preman lokal tiba-tiba menyerang kepala desa tersebut dengan alasan yang belum jelas. Beruntung, petugas yang berada di lokasi segera melerai dan mengamankan situasi sebelum terjadi luka serius.

Penyerangan Terjadi di Hadapan Polisi

Peristiwa mengejutkan ini terjadi pada awal Juni lalu, ketika Kades Muara Muntai Ilir tengah berada di kantor kecamatan untuk sebuah pertemuan antar desa. Dalam suasana yang seharusnya formal dan aman, seorang pria mendekati sang Kades lalu melayangkan pukulan dan makian secara tiba-tiba.

Aparat yang berada di lokasi segera mengamankan pelaku dan membawa korban ke tempat aman. Kades pun langsung membuat laporan ke pihak berwajib dan meminta agar kasus ini ditangani secara serius.

Baca Juga :  Dua Warga Diduga Terpapar Covid-19, Dinkes Kukar Minta Warga Tetap Tenang

“Ini bukan hanya soal saya pribadi, ini soal wibawa dan keselamatan aparatur desa yang sedang menjalankan tugas,” tegas Kades Muara Muntai Ilir kepada awak media.

Upaya Damai Ditolak

Beberapa hari setelah kejadian, keluarga pelaku dan tokoh masyarakat setempat mencoba menjalin komunikasi dengan pihak desa untuk mencari jalan damai. Namun, Kades Muara Muntai Ilir menolak secara tegas.

Menurutnya, upaya damai bukan jalan keluar yang tepat mengingat insiden terjadi di ruang publik dan berpotensi membahayakan stabilitas desa.

“Kami dihormati karena penegakan aturan, bukan karena takut pada premanisme. Saya menolak berdamai karena ini bisa menjadi preseden buruk ke depan,” ujarnya.

Dapat Dukungan dari Warga dan Tokoh Desa

Sikap tegas Kades Muara Muntai Ilir mendapat dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat dan warga desa. Mereka menilai bahwa tindakan hukum terhadap pelaku adalah langkah yang tepat untuk menjaga marwah pemerintahan desa dan rasa aman di lingkungan masyarakat.

Tokoh adat desa menyatakan bahwa jika perbuatan seperti ini dibiarkan, maka akan semakin banyak oknum yang merasa berani menantang aparat desa tanpa takut konsekuensi.

“Kami sepakat bahwa kades tidak perlu berdamai. Hukum harus ditegakkan, karena ini menyangkut keamanan kita semua,” ujar salah satu tokoh adat, Ahmad Nurdin.

Baca Juga :  SMA 10 Samarinda Jadi Sekolah Garuda, Prof Stella Tinjau Pengelolaan

Polisi Lanjutkan Proses Hukum

Kepolisian sektor Muara Muntai membenarkan bahwa laporan dari Kades telah diterima dan saat ini proses penyelidikan masih berlangsung. Pelaku saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami fokus pada pengumpulan bukti dan keterangan saksi. Proses hukum akan berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Kapolsek Muara Muntai.

Tegas Demi Marwah Pemerintah Desa

Langkah Kades Muara Muntai Ilir untuk menolak berdamai dinilai sebagai upaya menjaga martabat lembaga pemerintahan di tingkat desa. Dalam wawancara lanjutan, ia menegaskan bahwa menjadi kepala desa tidak hanya soal pelayanan publik, tapi juga menjaga ketertiban dan kewibawaan institusi di tengah masyarakat.

“Kita tidak boleh tunduk pada tekanan atau ancaman. Jika hari ini kita diam, besok bisa saja perangkat desa lain menjadi korban,” tutupnya.

Kasus ini menjadi peringatan serius akan pentingnya perlindungan terhadap pejabat publik di tingkat desa. Sikap tegas ini menunjukkan bahwa pemerintahan desa tidak bisa ditundukkan oleh tekanan dari luar. Proses hukum diharapkan berjalan hingga tuntas, agar memberikan efek jera dan menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Berita Terkait

Kodim 0507/Kota Bekasi Bergerak, Penyiraman Jalan Dilakukan di Tengah Dampak Abu Vulkanik
Pasokan Air Bersih Terganggu, IPA Bantuas Setop Operasi Akibat Intrusi Air Laut di Samarinda
Cekcok Klakson Berujung Pengemudi Ojol Ditodong Airsoft Gun di Samarinda
REI SARAH Hadirkan “suara”, Percakapan Batin tentang Kesendirian dan Harapan untuk Dicintai
TNI dan Warga Nagekeo Duduk Bersama di Pengungsian, Pulihkan Semangat Usai Gempa
Pesan Reflektif Sjafrie: Kehormatan Pribadi Menjadi Fondasi Martabat Bangsa
Siapa Saja yang Disebut di Sidang Satelit 123° BT? Tiga Terdakwa Terungkap, Nama Sjafrie Tak Ditemukan
TNI Habema Evakuasi Jenazah Warga Korban Penembakan OPM dari Jurang 50 Meter
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 11:57 WIB

Kodim 0507/Kota Bekasi Bergerak, Penyiraman Jalan Dilakukan di Tengah Dampak Abu Vulkanik

Jumat, 4 September 2026 - 14:32 WIB

Pasokan Air Bersih Terganggu, IPA Bantuas Setop Operasi Akibat Intrusi Air Laut di Samarinda

Kamis, 3 September 2026 - 15:28 WIB

Cekcok Klakson Berujung Pengemudi Ojol Ditodong Airsoft Gun di Samarinda

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:38 WIB

TNI dan Warga Nagekeo Duduk Bersama di Pengungsian, Pulihkan Semangat Usai Gempa

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Pesan Reflektif Sjafrie: Kehormatan Pribadi Menjadi Fondasi Martabat Bangsa

Berita Terbaru

ai-girlfriend

Our Dream: A Vision for the Future

Selasa, 8 Sep 2026 - 14:36 WIB