Ular Piton Sepanjang 5,5 Meter Gegerkan Warga Samarinda, Dievakuasi Damkar dan Relawan

- Jurnalis

Selasa, 27 Mei 2025 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda, Kalimantan Timur — Seekor ular piton raksasa dengan panjang mencapai 5,5 meter mengejutkan warga di kawasan Jalan Poros Samarinda-Bontang, tepatnya di wilayah Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara. Hewan melata berukuran besar ini berhasil dievakuasi oleh tim pemadam kebakaran (Damkar) Kota Samarinda bersama sejumlah relawan, pada Minggu (26/5/2025) sore.

Penemuan ular piton tersebut sontak menghebohkan masyarakat setempat. Beberapa warga yang tinggal di sekitar lokasi sempat panik karena keberadaan ular besar itu dinilai membahayakan, apalagi diketahui sering terlihat di dekat pemukiman.

Menurut keterangan saksi mata, ular tersebut pertama kali terlihat oleh seorang warga saat hendak membersihkan lahan kosong yang dipenuhi semak belukar. “Saya kira batang kayu besar, ternyata saat didekati bergerak, baru sadar itu ular. Paniknya bukan main,” ujar Hendri (42), warga sekitar yang pertama kali menemukan ular tersebut.

Proses Evakuasi Mendebarkan

Mendapat laporan dari warga, tim Damkar Samarinda langsung meluncur ke lokasi dibantu beberapa relawan dari organisasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Proses evakuasi memakan waktu hampir satu jam karena ular berukuran jumbo itu bersembunyi di bawah tumpukan kayu dan akar pohon besar.

Komandan regu Damkar, Andi Setiawan, menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar tidak melukai hewan tersebut maupun membahayakan petugas. “Kami gunakan alat penjepit dan karung khusus. Ukuran ular yang sangat besar membuat kami harus melibatkan lebih dari lima personel untuk mengevakuasinya,” ungkap Andi.

Baca Juga :  Kenaikan Harga Rumah Melambat, Samarinda dan Denpasar Tunjukkan Tren Terendah

Andi juga menambahkan bahwa ular tersebut diperkirakan sudah lama tinggal di area tersebut, mengingat ukuran tubuhnya yang sangat besar dan kondisinya yang terlihat sehat.

Penanganan Setelah Dievakuasi

Setelah berhasil dievakuasi, ular piton tersebut langsung diamankan sementara di posko relawan. Tim dari Dinas Kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur kemudian dihubungi untuk penanganan lebih lanjut.

Menurut BKSDA, ular piton tersebut tergolong spesies Python reticulatus, atau dikenal juga sebagai sanca kembang, yang merupakan ular tidak berbisa namun mampu melilit dan memangsa hewan besar, bahkan dalam beberapa kasus bisa membahayakan manusia.

“Kami akan segera mengangkut ular ini ke tempat penampungan sementara sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya yang lebih aman, jauh dari permukiman penduduk,” ujar perwakilan BKSDA, Rudi Hartanto.

Imbauan untuk Warga

Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga Samarinda, khususnya yang tinggal di sekitar wilayah hutan atau semak belukar, untuk lebih waspada terhadap keberadaan satwa liar. Musim pancaroba dan perubahan cuaca ekstrem juga sering kali membuat binatang liar keluar dari habitatnya untuk mencari tempat yang lebih hangat atau sumber makanan baru.

“Kami mengimbau warga agar tidak mencoba menangkap sendiri jika menemukan hewan liar seperti ular, biawak, atau satwa lainnya. Segera laporkan ke petugas agar bisa ditangani dengan aman,” kata Andi.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kaltim Soroti Kolong Mahakam I: ‘Keselamatan Publik Jadi Prioritas!’

Respons Warga dan Viral di Media Sosial

Aksi penyelamatan ular piton raksasa ini menarik perhatian publik. Beberapa warga yang menyaksikan evakuasi sempat merekam dan mengunggah video ke media sosial. Dalam hitungan jam, video tersebut menjadi viral di berbagai platform seperti TikTok dan Instagram, dengan ribuan komentar yang sebagian besar mengungkapkan kekaguman atas keberanian para petugas.

“Saya salut dengan petugas Damkar dan relawan. Mereka tidak hanya menangani kebakaran, tapi juga sigap dalam mengevakuasi hewan berbahaya,” ujar Rina, seorang netizen di kolom komentar.

Peran Damkar yang Lebih Luas

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda, Bambang Subagyo, menyatakan bahwa tugas Damkar kini memang semakin luas, tak hanya menangani kebakaran saja. “Kami juga dilatih untuk penyelamatan teknis, termasuk evakuasi hewan liar seperti ular, tawon, hingga biawak. Ini sudah menjadi bagian dari pelayanan kami ke masyarakat,” kata Bambang.

Ia menambahkan bahwa selama tahun 2025, pihaknya sudah menerima lebih dari 30 laporan evakuasi ular dari warga, dan jumlah itu terus meningkat seiring berkembangnya pemukiman di daerah pinggiran kota yang berbatasan langsung dengan hutan.

Kejadian ini menjadi contoh pentingnya sinergi antara masyarakat dan aparat dalam menangani situasi berisiko yang melibatkan satwa liar. Diharapkan dengan penanganan yang tepat, baik keselamatan warga maupun kelestarian hewan dapat tetap terjaga.

Berita Terkait

Setelah Mantan Kadis Korupsi Lahan Transmigrasi, Apakah Bos Perusahaan Tambang ditahan?
Langkah Tegas Pemkot Samarinda Amankan Hak Lapak Pasar Pagi
Gagal Edar di Rak Sepatu, Rencana Pesta Ekstasi Gagal Total
Marbot Masjid Baiturrahman Samarinda Diberangkatkan Umrah Gratis
Samarinda Siap Sambut 2.000 Peserta Rakernas X PKK
SMA 10 Samarinda Jadi Sekolah Garuda, Prof Stella Tinjau Pengelolaan
Zairin Zain Diperiksa Terkait Dana Hibah Rp 100 M DBON
Pemuda Kaltim Diminta Sigap Manfaatkan Peluang IKN
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:31 WIB

Setelah Mantan Kadis Korupsi Lahan Transmigrasi, Apakah Bos Perusahaan Tambang ditahan?

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:01 WIB

Langkah Tegas Pemkot Samarinda Amankan Hak Lapak Pasar Pagi

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:02 WIB

Gagal Edar di Rak Sepatu, Rencana Pesta Ekstasi Gagal Total

Kamis, 26 Juni 2025 - 13:37 WIB

Marbot Masjid Baiturrahman Samarinda Diberangkatkan Umrah Gratis

Selasa, 24 Juni 2025 - 15:14 WIB

Samarinda Siap Sambut 2.000 Peserta Rakernas X PKK

Berita Terbaru