SAMARINDA — Dampak intrusi air laut di Samarinda kian meluas hingga memicu penghentian sementara operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantuas. Kebijakan penutupan sementara ini diambil guna mencegah beredarnya pasokan air dengan kadar garam tinggi kepada para pelanggan Perumdam Tirta Kencana.
Hasil pemantauan teknis menunjukkan kadar klorida atau keasinan pada titik pengolahan air baku telah melebihi standar batas aman yang ditetapkan untuk air minum. Jika proses pengolahan tetap dipaksakan, selain tidak memenuhi kriteria kelayakan konsumsi, air ber kadar garam tinggi juga berisiko tinggi memicu korosi cepat pada jaringan pipa distribusi serta merusak komponen mesin pengolahan.
Penghentian sementara operasional ini berimbas langsung pada terhentinya aliran air bersih menuju ribuan pemukiman warga di wilayah Kelurahan Bantuas dan kawasan sekitarnya. Pihak Perumdam Tirta Kencana menyampaikan bahwa keputusan tersebut murni diambil demi menjaga standar kesehatan konsumen dan keamanan infrastruktur air.
Sebagai langkah penanggulangan darurat selama masa krisis, Perumdam Tirta Kencana menyiagakan armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih secara gratis ke wilayah terdampak. Warga yang membutuhkan pasokan air dapat mengajukan permohonan melalui koordinasi pengurus RT atau pihak kelurahan setempat.
Tim teknis terus memantau perkembangan kadar salinitas air sungai secara berkala, dan operasional IPA Bantuas dipastikan bakal segera beroperasi kembali begitu tingkat keasinan air baku meluruh ke batas normal.








