Laut Indonesia Punya Raksasa Baru! Calon KRI Sriwijaya Tiba di Tanah Air

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Indonesia memasuki babak baru dalam penguatan kemampuan maritim nasional. Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) telah memasuki perairan Indonesia pada Kamis (17/9/2026), setelah menempuh perjalanan dari Italia sejak 24 Agustus 2026.

Kapal tersebut memasuki wilayah Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dan melanjutkan pelayaran menuju Jakarta.

Saat memasuki perairan Indonesia, ITS Giuseppe Garibaldi mendapat penyambutan dan pengawalan dari unsur TNI Angkatan Laut. Dua fregat, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, turut mengawal perjalanan kapal menuju Jakarta.

Unsur udara TNI AL juga dilibatkan dalam rangkaian penyambutan. Kehadiran kapal, fregat, dan unsur penerbangan laut membentuk formasi pengawalan ketika Giuseppe Garibaldi melintasi perairan Bangka menuju Jakarta.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul memastikan kapal tersebut telah berada di wilayah perairan Indonesia dan dijadwalkan tiba di Jakarta pada Jumat, 18 September 2026.

 

TNI AL juga telah memastikan kapal induk tersebut nantinya akan menyandang nama KRI Sriwijaya setelah sebelumnya sempat direncanakan menggunakan nama KRI Gajah Mada.

Kehadiran KRI Sriwijaya akan menjadi catatan baru dalam sejarah kekuatan laut Indonesia karena menjadi kapal induk pertama yang masuk dalam jajaran TNI Angkatan Laut.

Baca Juga :  Suku Dayak, Warisan yang Masih Bertahan di Kalimantan

Selama pelayaran menuju Indonesia, kapal masih menggunakan identitas ITS Giuseppe Garibaldi dan berbendera Italia. Pergantian identitas dan bendera menjadi bagian dari tahapan selanjutnya setelah kapal tiba di Tanah Air.

Dikawal Kekuatan Laut dan Udara TNI AL

Dalam perjalanan memasuki ALKI I, kapal mendapat pengawalan KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Unsur penerbangan TNI AL juga terlibat dalam rangkaian penyambutan kapal.

Formasi tersebut terlihat ketika Giuseppe Garibaldi berlayar di perairan Bangka. Kapal induk berada bersama kedua fregat TNI AL, sementara unsur udara Puspenerbal turut mendukung rangkaian penyambutan.

Kehadiran KRI Sriwijaya nantinya menambah jenis platform yang dapat digunakan TNI AL dalam menjalankan operasi maritim.

Tidak hanya berkaitan dengan operasi pertahanan, kapal dengan geladak penerbangan tersebut juga diproyeksikan mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), terutama penanggulangan bencana dan operasi kemanusiaan.

Kemampuan membawa unsur udara serta ruang operasi yang besar memberikan opsi bagi kapal untuk mendukung mobilisasi personel, logistik, helikopter maupun unsur pendukung lainnya ketika terjadi keadaan darurat di wilayah kepulauan Indonesia.

Baca Juga :  Terungkap! Modus Curang UTBK Pakai HP di Dada demi Masuk Fakultas Kedokteran

Perjalanan Panjang dari Italia ke Indonesia

ITS Giuseppe Garibaldi sebelumnya merupakan kapal Angkatan Laut Italia. Setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di Italia, kapal tersebut kemudian dialihkan kepada Indonesia melalui skema hibah antarpemerintah.

Perjalanan menuju Indonesia dimulai dari Italia pada 24 Agustus 2026. Dalam pelayarannya menuju Asia Tenggara, kapal sempat singgah di Kolombo, Sri Lanka, untuk kebutuhan logistik sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah Indonesia.

Selama perjalanan dari Italia, kapal mendapat pengawalan dari unsur Angkatan Laut Italia. Setelah memasuki wilayah Indonesia, pengawalan dilanjutkan oleh unsur TNI AL.

Perjalanan tersebut kini memasuki tahap akhir.

ITS Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba dan bersandar di Jakarta pada Jumat (18/9/2026). Kedatangannya akan menjadi awal dari tahapan integrasi kapal ke dalam jajaran TNI Angkatan Laut sebagai KRI Sriwijaya.

Kehadiran kapal ini sekaligus membuka fase baru pengembangan kemampuan operasi laut Indonesia, terutama dalam mengintegrasikan kapal permukaan, unsur penerbangan laut, serta kemampuan komando dan dukungan operasi dalam satu platform.

KRI Sriwijaya pun bersiap membuka lembaran baru dalam sejarah TNI Angkatan Laut sebagai kapal induk pertama Indonesia.

Berita Terkait

Tarian Nusantara Meriahkan Closing Ceremony Jelang Final Indonesia vs Thailand
PDU Baru TNI Terinspirasi Beskap, Ini Filosofi di Balik Desainnya
Bantu Indonesia Lawan Karhutla, 361 Personel Jepang Dianugerahi Satyalancana Dharma Samudera
Patroli Berkuda TNI Jadi Andalan Tembus Medan Sulit di Perbatasan
Bangga! Emas Pertama Indonesia Langsung Disambut Apresiasi Presiden Prabowo
Kodim 0507/Kota Bekasi Bergerak, Penyiraman Jalan Dilakukan di Tengah Dampak Abu Vulkanik
Pasokan Air Bersih Terganggu, IPA Bantuas Setop Operasi Akibat Intrusi Air Laut di Samarinda
Cekcok Klakson Berujung Pengemudi Ojol Ditodong Airsoft Gun di Samarinda
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Tarian Nusantara Meriahkan Closing Ceremony Jelang Final Indonesia vs Thailand

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:50 WIB

PDU Baru TNI Terinspirasi Beskap, Ini Filosofi di Balik Desainnya

Jumat, 25 September 2026 - 17:42 WIB

Patroli Berkuda TNI Jadi Andalan Tembus Medan Sulit di Perbatasan

Jumat, 25 September 2026 - 00:42 WIB

Bangga! Emas Pertama Indonesia Langsung Disambut Apresiasi Presiden Prabowo

Kamis, 17 September 2026 - 19:48 WIB

Laut Indonesia Punya Raksasa Baru! Calon KRI Sriwijaya Tiba di Tanah Air

Berita Terbaru